1. Orang yang mencintai kamu tidak pernah bisa memberikan alasan kenapa ia mencintai kamu, yang ia tahu dimatanya hanya ada kamu satu²nya.
2. Orang yang mencintai kamu selalu menerima kamu apa adanya,dimatanya kamu selalu yang tercantik/tertampan walaupun mungkin kamu merasa berat badan kamu sudah berlebihan atau kamu merasa kegemukan .
3. Orang yang mencintai kamu selau ingin tau tentang apa saja yang kamu lalui sepanjang hari ini, ia ingin tau kegiatan kamu.
4. Orang yang mencintai kamu akan mengirimkan sms seperti “slmt pagi”"slmt hr mggu” “slmt tidur”, walaupun kamu tidak membalas pesannya
5. Kalau kamu berulang tahun dan kamu tidak mengundangnya setidaknya ia akan telpon untuk mengucapkan selamat atau mengirim sms.
6. Orang yang mencintai kamu akan selalu mengingat setiap kejadian yang ia lalui bersama kamu, bahkan mungkin kejadian yang kamu sendiri sudah lupa setiap detailnya, karena saat itu adalah sesuatu yang berharga untuknya.
7. Orang yang mencintai kamu selalu mengingat tiap kata2 yang kamu ucapkan bahkan mungkin kata2 yang kamu sendiri lupa pernah mengatakannya.
8. Orang yang mencintai kamu akan belajar menyukai lagu-lagu kesukaanmu, bahkan mungkin meminjam CD/kaset kamu,karena ia ingin tau kesukaanmu, kesukaanmu kesukaannya juga.
9. Kalau terakhir kali ketemu, kamu sedang sakit flu, terkilir, atau sakit gigi, beberapa hari kemudian ia akan mengirim sms atau menelponmu dan menanyakan keadaanmu.. karena ia mengkhawatirkanmu.
10. Kalau kamu bilang akan menghadapi ujian ia akan menanyakan kapan ujian itu dan saat harinya tiba ia akan mengirimkan sms “good luck” atau menelponmu untuk menyemangati kamu.
11. Orang yang mencintai kamu akan memberikan suatu barang miliknya yang mungkin buat kamu itu ialah sesuatu yang biasa, tapi itu ialah suatu barang yang istimewa buat dia.
12. Orang yang mencintai kamu akan terdiam sesaat,saat sedang berbicara ditelpon dengan kamu, sehingga kamu menjadi binggung saat itu dia merasa sangat gugup karena kamu telah mengguncang dunianya.
13. Orang yang mencintai kamu selalu ingin berada didekatmu dan ingin menghabiskan hari2nya denganmu.
14. Jika suatu saat kamu harus pindah ke kota lain untuk waktu yang lain ia akan memberikan nasehat supaya kamu waspada dengan lingkungan yang bisa membawa pengaruh buruk bagimu.
15. Orang yang mencintai kamu bertindak lebih seperti saudara daripada seperti seorang kekasih.
16. Orang yang mencintai kamu sering melakukan hal2 yang konyol spt menelponmu 100x dalam sehari, atau membangunkanmu ditengah malam karena ia mengirim sms atau menelponmu. karena saat itu ia sedang memikirkan kamu.
17. Orang yang mencintai kamu kadang merindukanmu dan melakukan hal2 yang membuat kamu jengkel atau gila, saat kamu bilang tindakannya membuatmu terganggu ia akan minta maaf dan tak kan melakukannya lagi.
18. Jika kamu memintanya untuk mengajarimu sesuatu maka ia akan mengajarimu dengan sabar walaupun kamu mungkin orang yang terbodoh di dunia!
19. Kalau kamu melihat handphone-nya maka namamu akan menghiasi sbgn besar “INBOX”nya.Ya ia masih menyimpan pesan dari kamu walaupun pesan itu sudah kamu kirim sejak berbulan2 bahkan bertahun2 yang lalu.
20. Dan jika kamu menghindarinya atau memberi reaksi penolakan, ia akan menyadarinya dan menghilang dari kehidupanmu walaupun hal itu membunuh hatinya. Karena yang ia inginkan hanyalah kebahagiaanmu.
Referensi Lainnya : http://kembanganggrek2.blogspot.com/
Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan teriris
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi
Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita
Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terpuruk
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari...
Bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya Agar kita tumbuh besar dan kuat
Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan
Tapi akan terasa INDAH ketika kita bisa membahagiakan orang lain
Bukan membahagiakan diri sendiri
Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan di hina
Tapi akan terasa INDAH kalau itu bagian dari penyucian diri...
Dan ikhlash hanya mengharap ridlo Ilahi
Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan kita
Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh
Untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya
Tidak MUDAH menghilangkan duka karena kehilangan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari...
Bahwa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat
Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera
Tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur
Dan menyadari itu bagian dari cara Allah menyayangi hambanya...
Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya
Yaa rabb ...ajari kami bagaimana memberi sebelum meminta.., berfikir sebelum bertindak ., santun dalam berbicara,...tenang dalam gundah, diam ketika emosi melanda, bersabar dalam setiap ujian.. Jadikanlah kami orang yg selembut Abu Bakar Ash shidiq, sebijaksana Umar Bin Khatab, sedermawan Usman bii Affan, dan sepintar Ali bi Abi thalib..Sesederhana Bilal, setegar Khalid Bin walid...Aamiin..Ya Rabbal 'alamiin..
Marhaban Yaa Syarhu Ramadhan..
Marhaban Yaa syahru Qur'an
Marhaban Yaa Syahru Ibadah..
betapa bahagianya kami masih boleh bertemu denganmu lagi..serasa lebih dari bertemu sang kekasih karena engkau
terlalu berarti kedatanganmu. membawa harapan agar kami, umat ini keluar dari kegelapan menuju cahaya fitrimu yg
terang benderang. Malam seribu bulan sudah kami rindu dari sekarang, ketika langit menggenapkan semua perjanjiannya. menerima amanah rahmat hingga harinya bagi siapa saja yg mendaki jalan ini..Berpuasa bukan untuk mulut dan hati saja, namun berpuasa semata mata hanya untuk Illahi rabbi.. marhaban ya ramadhan..kami sambut engkau dengan segenap harapan agar kami jalani hari demi harimu nanti dengan sering memperbaiki diri...Sebab hidup bukan hari ini, yg ada disini tidaklah abadi..sedangkan disisi-Mu nanti yg abadi. Segala lelah, payah, segala sakit, segala duka dan derita, serta airmata dalam perjuangan iniakan Engkau ganti melalui ramadhan suci..Bawalah kami pada titik cahayatertinggi yg mampu kami daki melalui ramadhan suci..Basuhlah segala iri, dengki, ghibah, amarah dan fitnah, dusta, putus asa, malas serakah, bimbang dan sedih..Basuhlah dari kami segala yg menghalangi turunnya rahmat-Mu pada kami Ya Rabbi...
melalui ramadhan suci, cucilah dosa dosa kami hingga bersih.Di bulan suci ini, dihari yg penuh barokah ini, semoga kami
diberi kekuatan besar untuk bertahan menjalani malam2 Tarawih-Mu..Wahai ramadhan..Mengisi nafas dgn tilawah al Qur'an. jadikanlah kami perindu malam-Mu wahai pemilik ramadhan..Akankah Kau terima segala upaya kami yg dhoif,
fakir dan sangat mengharapkan ampunan-Mu Ya..Rabbi..Ampunilah segala salah dan khilaf selama ini karena kelalaian yg kami lakukan ..
Ya Rabbi .tuntunlah kami dijalan-Mu, menjalani hari2 suci- Mu..agar kami kembali kepada-Mu kelak dalam keadaan suci..
Agar kami termasuk hamba2 yg Engkau rindukan walaupun hambabukanlah termasuk hamba2 pilihan-Mu..
Marhaban yaa Syahru syiam..
selamat datang ramadhan .. kami sambut datangmu dgn semangat untuk menang..kami tunggu kedatanganmu dengan saling berkasih sayang.. kami tunggu kedatanganmu dengan segenap rindu dan harapan...
marhaban yaa syahru Magfirah.
marhaban yaa syahru Qur'an..
Marhaban Yaa syahru Ibadah..
Suatu ketika, hiduplah seorang tua yg bijak. pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yg sedang dirungung banyak masalah. langkahnya gontai dan air mukanya yg ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yg tak bahagia.
tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yg bijak, hanya mendengarkan sengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam gaam dan meminta tamunya untuk mengambil segekas air. ditaburkan garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. "coba minm ini, dan katakan bagaimana rasanya..", ujar Pak tua itu.
"Pahit..Pahit sekali", jawab sang tamu sambil meludah ke samping.
Pak tua itu, sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yg tenang itu..
pak tua itu lalu menabur segenggam garam ke dalam telaga itu. dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. "CObalah ambil air dari telaga ini dan minumlah . Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak tua berkata lagi, " Bagaimana rasanya?"
"Segar." sahut tamunya. "Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?", tanya Pak tua lagi. "Tidak" jawab anak muda.
Dengan bijak , Pk tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda . ia lalu mengajak duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu. " Anak Muda, dengarlah.. Pahitnya kehidupan adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama.
" Tapi, kepahitan yg kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yg kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkansegalanya. Itu semua akan tergantung dari hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada suatu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hhatimu untuk menampung setiap kepahitan itu."
Pak tua itu lalu kembali memberi nasehat. " Hatimu adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kaln=bumu adalah tempatkamu menampung segalanya. Jadi Jangan jadikan hatimu tiu seperti gelas, Buatlah laksana telaga yg mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan."
keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. dan Pak tua itu, si orang bijak itu, kembali menyimpan " segenggam garam", untuk anak muda lain, yg sering datang padanya membawa keresahan jiwa..
Musim hujan telah tiba pepohonan menghijau kembali, rimbun dan indah. Beberapa ekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau itu yang bergoyang-goyang diterpa angin. ” Apa kabar daun yang cantik”!! sapanya. Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang. “Oo, kamu ulat... badanmu tampak kecil dan kurus, mengapa?” tanya daun hijau. "Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku, bisakah engkaumembantuku sobat dengan memberikan sebagian daunmu untuk ku makan?” kata ulat kecil lemah. “Tentu..tentu..mendekatlah kemari, ambilah sebagian daunku untuk kau makan,pilihlah yang kalian suka untuk kau makan”, Daun hijau berpikir, Jika aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan tetap hijau, hanya saja aku akan kelihatan berlobang-lobang. tapi tak apalah.
Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah makan dengan kenyang, ulat berterima kasih kepada daun hijau yang telah merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat mengucapkan terima kasih kepada sahabatnya yang mulia itu, ada rasa puas didalam diri daun hijau. Sekalipun tubuhnya kini berlobang disana sini namun ia bahagia bisa berbuat sesuatu untuk mahluk kecil yang lapar.
Tidak lama berselang ulat-ulat bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang cantik, mereka tidak pernah lupa kepada dedaunan yang menyediakan sebagian tubuhnya memberikan mereka makanan. "Hai daun yang cantik" sapa kupu-kupu, " ingatkah kau kepada kami?" "siapakah engkau wahai kupu-kupu yang cantik, tubuhku berlubang-lubang bagaimana bisa engkau katakan aku daun yang cantik?" jawab sang daun tidak emngenalinya. "bagi kami engkau tetap daun yang cantik...dulu kami adalah ulat yang engkau pernah beri makan dan tempat untuk berdiri, kini kami telah berubah menjadi kupu-kupu yang akan menghiburmu dengan menari-nari dan menyanyi sepanjang hari, berkat kebaikan engkau daun yang cantik" jawab kupu-kupu riang gembira. "terima kasih kupu-kupu yang cantik....walau aku tidak pernah mengharapkan balasan dari perbuatanku, tetapi kehadiranmu sunggu membahagiakan hatiku" jawab daun tersenyum bahagia.
Tak lama kemudian musim panaspun datang... daun-daun hijau berubah menjadi kering dan berubah warna. Akhirnya daun-daun jatuh berguguran, disapu orang dan dibakar.
HIKMAH
Hikmah kisah di atas adalah apa sebenarnya yang terlalu berarti di dalam hidup kita sehingga kita seringkali enggan menolong dengan berkorban sedikit saja bagi sesama? apakah kita bisa berbahagia sendirian? itu tidaklah mungkin, kebahagian akan datang kalau saja kita telah membahagiakan orang lain, terutama orang-orang yang kita cintai. Dan apakah keuntungannya apabila kita bakhil (pelit) dan perhitungan pada sesama? coba renungkan apakah kita akan bertambah kaya karenanya... lagipula pada akhirnya semua yang ada di muka bumi akan binasa, tidak ada yang kekal dan abadi.
Daun hijau yang baik mewakili orang-orang yang masih mempunyai “hati” bagi sesamanya. Yang tidak menutup mata ketika melihat sesamanya dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah-olah tidak mendengar ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri. merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang tidak mudah, tetapi indah. Seperti ibu kita terutama dan bapak kita misalnya yang telah menunjukkan kasih sayangnya dengan memberikan segalanya kepada kita sejak kita masih dalam rahimnya, tanpa pernah mengharap kembali jasa-jasanya. Kini sudah sepatutnya kita membalas membahagiakannya dengan lebih memperhatikan kebutuhannya dan banyak mendo'akannya, serta senantiasa senyum jika berhadapan dengan mereka.
Ketahuilah ketika berkorban dengan ikhlas tanpa mengharap pernah kembali, diri kita sendiri menjadi seperti daun yang berlobang namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita. Kita akan tetap hijau dan indah, di mata Sang Pencipta.
Allah SWT memberikan rahmatnya dengan memberikan keseimbangan dan keselarasan, yaitu ada yang kuat dan ada yang lemah serta ada yang kaya dan ada yang (lebih banyak) miskin, tentu ada hikmahnya dibalik penciptaannya itu semua.
Bagi “daun hijau” , berkorban merupakan satu hal yang mengesankan dan terasa indah serta memuaskan. Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai daun hijau. Suatu hari ia akan kering dan jatuh. Demikianlah hidup kita, hidup ini hanya sementara kemudian kita akan mati. itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan yang mulia, yaitu ibadah, terutama ibadah hati ikhlas, sabar, syukur, cinta dan rendah hati.
sumber:http://butirtasbih.blogspot.com
Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetap saja musim dingin,hanya suasananya lebih undah sedikit
Dihadapan orang yang kau cintai
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja.
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
Matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,
Engkau hanya tersenyum saja
Dihadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.
Jika orang yang kau cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,engkau hanya menghibur saja.
Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,cukup dengan menutup telingga,
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,cinta itu
berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu
yang cukup lama.
"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam,yaitu
rasa sayang…rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.Rasa yang tidak mudah
berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.Mau
menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.Cinta ingin memiliki,tetapi
sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….walaupun harus
kehilangan.
Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani. Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.
Suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu,” Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air, yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”
Batang bambu menjawabnya, “Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan. Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”
Sang petani menjawab, “Pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkan engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang-cabangmu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan membuang sekat-sekat yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalirkan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”
Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam….. , kemudian dia berkata kepada petani, “Tuan, tentu aku akan merasa sangat sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang-cabangku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat-sekat penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”
Petani menjawab batang bambu itu, ” Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.”
Akhirnya batang bambu itu menyerah, “Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku, perbuatlah sesuai dengan yang kau kehendaki.” Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya menjadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.
HIKMAH
Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis-habisnya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya?
Sama seperti batang bambu itu, kita sedang ditempa, Allah sedang membuat kita sempurna untuk di pakai menjadi penyalur berkat. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberikan beban yang tak mampu kita pikul. Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya?
Seperti batang bambu itu, mari kita berkata, ” Ini aku Allah, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”
Intinya kita Ikhlas menyerahkan diri kepada Allah. biarlah Dia yang mengatur hidup kita ini karena yang dikehendaki oleh Allah adalah yang terbaik untuk kita jalani.
sumber : dodyekaputra.com
Kalian pasti familiar sama PLATO, Bapak Filsafat seorang filsuf dari Yunani, beliau adalah murid Socrates dan guru dari Aristoteles.
Suatu hari Plato didatangi oleh muridnya, merekapun berdiskusi.
Murid : "Guru, terus terang saya bingung dengan apa yang disebut sebagai CINTA dan PERNIKAHAN. Bisakah guru memberitahu saya seperti apakah cinta dan pernikahan itu ?
Setelah sempat berpikir sejenak Plato berkata pada muridnya : "Sebelum saya menjawab saya ingin meminta kamu melakukan sesuatu terlebih dahulu. Pergilah ke padang rumput di sebelah utara. Di musim semi seperti ini biasanya padang itu akan ditumbuhi oleh berbagai macam bunga yang indah. Carilah bunga yang menurutmu paling indah dan petiklah satu untuk kamu bawa kemari. Saat kamu menemukan bunga terindah itu, kamu akan menemukan cinta. Tapi ingat!!! Kamu hanya boleh berjalan maju sekali dan tidak boleh mundur lagi."
Berangkatlah sang murid itu ke padang rumput di sebelah utara dan 2 jam kemudian ia kembali pada Plato dengan tangan kosong. Plato : "Mengapa kamu tidak membawa bunga yang kuminta? Apakah di sana tidak ada bunga yang tumbuh?"
Murid itu menjawab dengan wajah suram : "Di sana ada banyak bunga yang indah, Guru. Masalahnya... setiap saya ingin memetik sebuah bunga, saya berpikir bahwa jangan-jangan di depan sana akan ada bunga yang jauh lebih indah. Karena saya terus berpikir demikian, akhirnya saya sampai di ujung padang dan tidak ada bunga lagi di sana."
Plato mengangguk dan berkata : "Ya, ITULAH CINTA.
Sekarang saya mohon kamu lakukan satu lagi permintaan saya. Pergilah ke hutan di sebelah selatan, dan tebanglah sebuah pohon yang menurutmu paling sehat dan kualitas kayunya paling bagus."
Pergilahlah sang murid itu ke hutan di sebelah selatan.
Satu jam kemudian pria itu kembali kepada Plato sambil membawa sebatang pohon.Plato tersenyum (tanpa menyeringai) dan bertanya : "Apakah kamu sudah menemukan pohon terbaik?"
Murid itu menjawab : "Kali ini saya tidak mau mengulangi kesalahan yang sama. Saya berjalan dan melihat sebuah pohon ini yang saya rasa baik dan tidak jelek-jelek amet . Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya . Karenanya segera saya tebang dan saya tidak lagi melihat-lihat pohon lain.. Saya yakin bahwa pilihan saya tepat dan segera membawanya ke sini."
Plato mengangguk-angguk (kali ini tersenyum lebar). Sesaat kemudian, ia berkata pada muridnya : "ITULAH PERNIKAHAN. Dan CINTA adalah ketika kamu dapat menahan keinginanmu akan kesempurnaan. Waktu tidak bisa berjalan mundur dan hanya cinta yang memungkinkan kamu menerima apa adanya. Lalu, PERNIKAHAN adalah kelanjutan dari CINTA itu sendiri, yaitu proses untuk mendapatkan kesempatan kedua. Ketika kamu terlalu menginginkan kesempurnaan dalam pernikahan, maka justru kamu tidak akan mendapatkan apa-apa."
Assalamu'alaikum warohmatulloh wabarokatuh
Kepada calon istriku yang akan mengandung anak-anaku, mendidik mereka dengan tauhid dan akhlak seperti apa yang dicontohkan Rasulullah SAW dan para penerusnya yang tetap lurus menapaki jalan tauhid dan jihad. Surat ini kutuliskan untukmu agar engkau kelak tidak akan pernah kecewa dan sedih mendapatkan pasangan seperti aku yang penuh dengan kekurangan.
Calon istriku, aku tulis surat ini kepadamu agar engkau lebih mengerti jalan yang akan kita tempuh dan apa yang akan kita tuju sebagai makhluk yang dibebani oleh Allah yang MahaPerkasa di dunia yang tidak kekal ini. Agar kelak kita lebih siap untuk saling memahami, saling mengerti dan mensyukuri setiap apa yang sudah digariskan oleh Allah SWT kepada keluarga kita.
Calon istriku dan calon ibu dari anak-anakku, engkau mungkin sudah tahu jalan apa yang aku tempuh dan kehidupan seperti apa yang aku inginkan. Aku berharap engkau menjadi teman seperjalanan yang menyenangkan dalam dunia ini untuk tetap istiqomah di jalan para Rasul dan para pengikutnya. Selalu menjadikan seruan tauhid sebagai hal yang paling utama dalam hidup dan mengajarkan kepada manusia pentingnya kembali kepada rujukan utama Dien kita, Islam.
Mungkin nanti akan banyak cobaan, kesusahan dan penderitaan dalam mengarungi rumah tangga kita, sebagai manusia mungkin kita akan mengeluh, menangis dan bisa jadi mengutuki nasib. Namun yakinlah semua itu adalah cobaan untuk menjadikan kita manusia paripurna dan mendidik kita untuk tetap tegar di segala cuaca dan keadaan.
Allah berfirman: “Dan Sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS 2: 155)
Calon istriku, bila aku belum bisa membahagiakanmu seperti layaknya istri-istri orang lain, maafkanlah aku. Namun aku selalu akan berusaha sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik, memberikan rizki yang halal walaupun sedikit dan memenuhi hak-hak kepadamu sebagai seorang suami. Maka bantulah aku mewujudkan itu walau hanya dengan senyummu.
Calon istriku, bila suatu saat aku pergi jauh dan lama kembali, jagalah hartaku, belanjakanlah sebagian harta yang ada padamu di jalan Allah dan penuhilah hak-hak saudara seimanmu bila engkau sanggup untuk memenuhinya. Dan jagalah kehormatanku sebagai suamimu, bergaulah dengan para muslimah yang hatinya tertambat ke syurga, yang menjaga pandangan di kala sendiri dan bersama orang lain agar aku tenang karena meninggalkan seorang wanita dan seorang ibu yang menjaga apa yang ditinggalkan suaminya.
Calon istriku, engkau tahu aku bukan orang yang sempurna dalam segala hal. Maka bantulah aku menyempurnakannya dengan nasihatmu, kritikanmu dan apa yang bisa menjadikan ketaan kepada Allah dan RasulNya makin bertambah di setiap hari. Jadikan keluarga kita adalah keluarga yang sipa menerima masukan dari siapapun walaupun itu anak kecil. Karena kebenaran dikenali bukan dari siapa yang berbicara tapi apa yang disampaikan.
Yang terakhir istriku, jadikan anak-anak kita kelak seperti singa. Tidak takut bila membela kebenaran, tidak menyerah dengan keadaan dan selalu tegar ditengah badai yang menerpa. Ajarkan kepada mereka menjadi manusia yang marah bila kebenaran dihinakan, ajarkan mereka melawan setiap penindasan kepada siapapun dan didiklah mereka untuk berani berkorban apa saja bahkan nyawa untuk kemuliaan Allah, rasul dan orang-orang beriman.
Mungkin aku terlalu banyak berharap kepadamu, menuntut dirimu dan meminta apa yang mungkin terlalu berat untukmu. Namun percayalah, aku sebagai suami akan berusaha menjadi pendamping yang baik, pendengar setia masukan dan nasihatmu, saling membantu untuk terus taat kepada Allah dan RasulNya.
Suratku ini kutulis dengan segala kelemahanku, segala kekuranganku agar engkau mengerti dengan siapa engkau akan mengarungi hidup ini. Agar engkau tahu bahwa kehidupan rumah tangga tidak selalu madu dan susu. Agar engkau kelak juga tidak menjadi penghalang dalam menunaikan dakwah dan menjadi musuh pertama dalam mengendurkan semangatku untuk berjihad di jalan Allah SWT.
Sebelum kita bertemu sebagai sepasang suami-istri mari kita selalu memanjatkan doa yang pernah dibaca oleh orang yang mengetarkan tahta tiran, As-Syahid Sayyid Qutbh.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-Mu,
agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta jemu.
Ya Rabbi, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.
Ya Rabbal Izzat, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan
indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam
perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehingga
melupakan aku pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Ya Allah Engkau mengetahui bahawa hati-hati ini
telah berhimpun dalam cinta
pada-Mu, telah berjumpa pada taat pada-Mu, telah
bersatu dalam dakwah
pada-MU, telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kukuhkanlah Ya Allah
ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah
jalan-jalannya. Penuhilah
hati-hati ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah
pudar. Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan
keindahan bertawakal di jalan-Mu.
(As-Syahid Sayyid Qutb)
Semoga Allah mengabulkan doaku dan doamu dan mempertemukan kita dalam naungan RahmatNya dan menjadikan kita pasukan yang setia kepadaNya.(sumber:eramuslim.com)
Datangnya akan meluruskanku pada jalan-Mu
Senyumnya akan meluluhkanku akan cinta-Mu
Hatinya pun telah Kau bukakan
Seperti Kau lembutkan hati Bilqis untuk Sulaiman
Bersamanya akan menenangkanku
Seperti air wudhu yang membasuh jiwaku
Maka jadikan ia untukku
Seperti Khadijah bagi junjunganku
Ya Allah, jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu, agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu
Ya Allah, jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu, agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.
Ya Rabbana, jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu.
Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu, rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu.
Ya Allah, jika aku rindu, jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku merindukan syurga-Mu.
Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu, janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam terakhirmu.
Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu, jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu.
Ya Allah, jika Kau halalkan aku merindui kekasih-Mu, jangan biarkan aku melampaui batas sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu.
Download: www.ieType.com/f.php?FupqjO
(di kutip dari sebuah sumber)..
Kita dilahirkan dengan dua mata di depan, karena seharusnya kita melihat
yang ada di depan dan bukan yg sudah berlalu.
Kita lahir dengan dua telinga, satu kiri dan satu di kanan sehingga kita
dapat mendengar dari dua sisi dan dua arah. Menangkap pujian maupun
kritikan, dan mendengar mana yang salah dan mana yang benar.
Kita dilahirkan dengan otak tersembunyi di kepala, sehingga bagaimanapun
miskinnya kita, kita tetap kaya. Karena tak seorang pun dapat mencuri isi
otak kita. Yang lebih berharga dari segala permata yang ada.
Kita dilahirkan dengan dua mata, dua telinga, namun cukup dengan satu mulut.
Karena mulut tadi adalah senjata yang tajam, Yang dapat melukai, memfitnah,
bahkan membunuh.
Lebih baik sedikit bicara, tapi banyak mendengar dan melihat.
Kita dilahirkan dengan satu hati, yang mengingatkan kita. Untuk menghargai
dan memberikan cinta kasih dari dalam lubuk hati. Belajar untuk mencintai
dan menikmati untuk dicintai, tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain
mencintai anda dengan cara dan sebanyak yang sudah anda berikan.
Berikanlah Cinta tanpa mengharapkan balasan, maka anda akan menemukan bahwa
hidup ini terasa menjadi lebih indah.//
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.
Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : " HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU"
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: " HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU "
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya : "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?"
Temannya sambil tersenyum menjawab : "Ketika seorang sahabat melukai kita,kita harus menulisnya diatas pasir, agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut, dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karena cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah yang telah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.
Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat."Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"
Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya, "Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai." "Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar si nenek lagi.
Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai. "Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si cucu.
Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini." "Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini."
Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil :
Code:
"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".
"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".
"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar"..
"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".
"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah berhati-hati dan sadar terhadap semua tindakanmu".(sumber: forumbebas.com)
Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat.
Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik.
Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.
Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya.
Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon.
Sang majikan sangat terkesan dan berkata, "Bagus, bekerjalah seperti itu!"
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari
sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon. Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon.
Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit.
"Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku", pikir penebang pohon itu.
Dia menemui majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak
mengerti apa yang terjadi.
"Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?" sang majikan bertanya.
"Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak.
Saya sangat sibuk mengapak pohon," katanya.
Catatan :
Kehidupan kita sama seperti itu.
Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk
mengasah kapak.
"Di masa sekarang ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya,
tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari sebelumnya. Mengapa?
Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?
Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras.
Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga
mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.
Kita semua membutuhkan waktu untuk tenang,
untuk berpikir dan merenung, untuk belajar dan bertumbuh.
Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah kapak,
kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas.
Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja
lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.
(sumber:http://www.forumbebas.com)
putih hati yang sedang ternodai
membukakan seluruh mata dan hati
terhempas ke dalam jurang yang tinggi
dalam gelapnya hati menghukum diri.
coba untuk menentukan
teka-teki kehidupan
Tuhankan beri jawaban
untuk semua yang telah terjadi
biarkan waktu yang menghakimi..
yakinlah di balik semua cobaan
tersimpan rahasia Tuhan yang tak terungkapkan
janganlah menyalahkan keadaan
yang kini terjadi sepenuhnya ku serahkan padaMu...
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal berkedip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpulang
13 November 1943
Puisi Oleh: Chairil Anwar
- Tak ada musuh yang tak dapat di taklukan oleh cinta
- Tak ada penyakit yang tak dapat di taklukkan oleh kasih sayang
- Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan
- Tak ada kesulitan yang tak dapat di pecahkan oleh ketekunan
- Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran
semua itu haruslah berasal dari hati kita
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula
Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan tajam otak kita, namun juga betapa lembut hati kita dalam menjalani segala sesuatunya.
kita takkan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata manis. Kita harus mendekapnya hingga ia merasa kan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada kita.
mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan kita..





